Dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2025/2026, SMKS YPK Imanuel Sorong menghadirkan materi khusus bertema “Pengenalan Isu NAPZA” sebagai bentuk edukasi dini bagi peserta didik baru. Materi ini dibawakan langsung oleh dua narasumber dari Kepolisian, yaitu Brigpol Christine F. Antoh dan Aiptu Adi Susanto, S.H., yang sudah berpengalaman dalam bidang pembinaan remaja dan penyuluhan narkotika.Kegiatan ini diselenggarakan di aula sekolah dan diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa baru, guru, serta panitia MPLS. Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya peran generasi muda dalam melawan penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya).
Edukasi Jenis-Jenis Narkotika dan Zat Berbahaya
Brigpol Christine F. Antoh menjelaskan secara rinci jenis-jenis narkotika yang umum beredar dan disalahgunakan di kalangan remaja, seperti : Sabu-sabu (Methamphetamine) : Jenis narkotika yang sangat adiktif dan berdampak langsung pada kerusakan otak serta gangguan kejiwaan. Ganja (Cannabis): Meskipun sering dianggap ringan, ganja bisa menurunkan daya ingat, konsentrasi, dan semangat belajar.
Gorila (tembakau sintetis): Lebih berbahaya dari ganja karena efek halusinasinya yang ekstrem dan bisa menyebabkan kematian. Selain itu, ia juga menyampaikan tentang obat-obatan tertentu seperti tramadol, pil koplo, dan obat batuk yang sering disalahgunakan oleh remaja untuk efek mabuk. Padahal, semua itu seharusnya digunakan hanya dengan resep dokter.
Sesi dilanjutkan oleh Aiptu Adi Susanto, S.H. yang mengangkat topik penting namun sering diabaikan, yakni penyalahgunaan zat non-narkotika seperti Aibon Lem perekat yang sering dihirup untuk efek memabukkan. Penggunaannya sangat berbahaya karena bisa merusak organ pernapasan dan otak.
Pertalite bahan bakar kendaraan yang belakangan ini disalahgunakan dengan cara dihirup. Dampaknya sangat buruk bagi kesehatan paru-paru dan fungsi otak. Menurutnya, zat-zat ini mudah diperoleh dan justru menjadi “jalan masuk” bagi remaja ke penyalahgunaan narkoba yang lebih berat.
Kepala SMKS YPK Imanuel Sorong dalam pesannya menyampaikan bahwa edukasi bahaya NAPZA sudah menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter siswa sejak hari pertama mereka masuk sekolah. “Kami ingin anak-anak kami tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, dan berani berkata tidak pada narkoba. Inilah mengapa materi ini menjadi salah satu prioritas dalam MPLS,” ungkapnya.
